๐Ÿ’ง Kalkulator Tetesan Infus (TPM) & Infusion Pump

Menghitung kecepatan tetesan per menit (gtt/menit) dan laju pompa infus (mL/jam).
Contoh: 500 mL (1 kolf), 1000 mL (2 kolf)
Kecepatan Tetesan: 21 TPM (gtt/mnt)
Laju Pompa / Syringe Pump: 62.5 mL / jam
Interval Kecepatan: 1 tetes setiap ~2.9 detik
๐Ÿ“ Rumus Baku:
$\text{TPM} = \frac{\text{Volume (mL)} \times \text{Faktor Tetes}}{\text{Waktu (Menit)}}$
$\text{Laju Pump} = \frac{\text{Volume (mL)}}{\text{Waktu (Jam)}} \text{ (mL/jam)}$

๐Ÿผ Cairan Rumatan Anak (Metode Holliday-Segar 4-2-1)

Kebutuhan hidrasi pemeliharaan harian fisiologis pada pasien anak rawat inap.
Aturan 4-2-1: 10 kg pertama (100 mL/kg), 10 kg kedua (50 mL/kg), sisanya (20 mL/kg).
Total Cairan 24 Jam: โ€”
Kecepatan Infus Pump: โ€”
Tetes Mikro (60 gtt): โ€”
Tetes Makro (20 gtt): โ€”

๐Ÿ”ฅ Resusitasi Luka Bakar (Formula New Baxter / Parkland)

Penghitungan cairan kristaloid Ringer Laktat (konsensus ABA New Baxter 2 mL & Parkland klasik 4 mL) dengan kalkulasi % TBSA interaktif painting siluet tubuh humanoid.
Konsensus ABA & ISBI modern merekomendasikan inisiasi di 2 mL/kg/%TBSA untuk mencegah fluid creep (edema paru & kompartemen).
%
๐Ÿ“ Siluet Humanoid & Pemetaan Luka Bakar: Pilih metode: klik bagian tubuh langsung atau gambar bebas dengan kuas sentuh.
Terpilih: 25.0% TBSA
Sentuh/klik bagian tubuh pada siluet di bawah (warna merah = area terbakar):
Tampak Depan (50%) Kepala 4.5% Dada 9% Perut 9% 4.5% 4.5% 1% 9% 9%
Tampak Belakang (50%) Kepala 4.5% Punggung 9% Bokong 9% 4.5% 4.5% 9% 9%
๐Ÿ‘† Tombol Cepat Regio Tubuh (Rule of Nines):
Total Kristaloid RL 24 Jam: Formula New Baxter: 2 mL ร— 60 kg ร— 25%
โ€”
โฑ๏ธ 8 Jam Pertama (50% Cairan): โ€”
โ€”
โฑ๏ธ 16 Jam Berikutnya (50% Sisa): โ€”
โ€”
๐ŸŽฏ Target Haluaran Urin per Jam: Indikator utama titrasi kecepatan infus kristaloid
โ€”
๐Ÿ’ก Panduan Klinis New Baxter & Titrasi Cairan:
โ€ข Waktu 8 Jam Pertama: Dihitung sejak saat terjadinya trauma luka bakar, bukan sejak pasien tiba di IGD.
โ€ข Cegah Fluid Creep: Volume di atas hanyalah panduan estimasi awal. Naikkan atau turunkan laju infus 10โ€“20% tiap jam berdasarkan produksi kateter urin pasien.
โ€ข Pilihan Cairan: Ringer Laktat (RL) adalah pilihan utama. Hindari NaCl 0.9% berlebih untuk mencegah asidosis metabolik hiperkloremik.

๐Ÿ’“ Mean Arterial Pressure (MAP) & Pulse Pressure

Menghitung tekanan perfusi arteri rata-rata organ vital (target syok & sepsis) serta skrining preeklamsia trimester awal.
Preset klinis:
Mean Arterial Pressure (MAP): 93.3 mmHg
Status Perfusi Jaringan:
Perfusi Normal & Adekuat
Tekanan Nadi (Pulse Pressure): 40 mmHg
๐Ÿฉบ Interpretasi & Target Terapi Klinis:
MAP berada dalam batas fisiologis normal (70โ€“100 mmHg). Perfusi organ vital (otak, ginjal, dan jantung) adekuat.
๐Ÿ“ Rumus Baku: $\text{MAP} = \text{Diastolik} + \frac{1}{3}(\text{Sistolik} - \text{Diastolik}) = \frac{\text{Sistolik} + 2(\text{Diastolik})}{3}$
$\text{Pulse Pressure (PP)} = \text{Sistolik} - \text{Diastolik}$ (Normal: 30โ€“50 mmHg).

๐Ÿฉบ Klirens Kreatinin Dewasa (Formula Cockcroft-Gault)

Estimasi laju filtrasi glomerulus untuk penyesuaian dosis obat berbasis klirens ginjal.
Nilai rujukan normal laboratorium umumnya 0.6โ€“1.2 mg/dL.
Hasil Klirens Kreatinin (CrCl): โ€”
Stadium Penyakit Ginjal (CKD): โ€”
๐Ÿ“‹ Interpretasi Klinis:
Masukkan nilai umur, berat badan, dan kreatinin.
CrCl = [(140 - Umur) ร— BB] / [72 ร— Cr Serum] (ร— 0.85 bila wanita)

๐Ÿ’Š Panduan Penyesuaian Dosis Obat Sering pada Hasil CrCl Terpilih:

Nama Obat Dosis Normal Fisiologis Rekomendasi Penyesuaian pada Pasien Ini

๐Ÿง’ eGFR Anak & Remaja (Formula Bedside Schwartz 2009)

Menghitung laju filtrasi glomerulus anak usia 1โ€“17 tahun berdasarkan tinggi badan.
Formula: eGFR = (0.413 ร— Tinggi Badan cm) / Kreatinin Serum mg/dL
Hasil eGFR Pediatri: โ€”
๐Ÿ“‹ Status Fungsi Ginjal Anak:
Masukkan tinggi badan dan serum kreatinin anak.

๐Ÿคฐ Kalkulator HPL & Usia Kehamilan (Gestasional)

Menghitung Hari Perkiraan Lahir (Rumus Naegele & Koreksi Siklus Parikh), usia kehamilan real-time, status trimester, dan rekomendasi fokus ANC Kemenkes & POGI.
Preset siklus:
Hari Perkiraan Lahir (HPL): โ€”
Usia Kehamilan Gestasional: โ€”
Status Trimester:
โ€”
Hitung Mundur Menuju HPL: โ€”
๐Ÿ“‹ Fokus Asuhan Antenatal (ANC Kemenkes & POGI):
Masukkan tanggal HPHT untuk melihat taksiran persalinan dan panduan ANC.

๐ŸŒธ Kalkulator Masa Subur & Perkiraan Ovulasi

Menghitung puncak hari ovulasi, jendela masa subur (fertile window), taksiran siklus haid berikutnya, dan panduan program hamil (promil) / kontrasepsi alami.
Preset siklus:
Puncak Hari Ovulasi: โ€”
Rentang Jendela Masa Subur: โ€”
Peluang Konsepsi Saat Ini:
โ€”
Perkiraan Haid Berikutnya: โ€”
๐Ÿ’ก Panduan Klinis Promil & Metode Kalender:
Masukkan tanggal HPHT untuk menghitung perkiraan ovulasi dan masa subur.
๐Ÿ“‹ Pilih Kalkulator Skor:

๐Ÿฉบ Alvarado Score (Apendisitis Akut โ€” MANTRELS)

Stratifikasi diagnostik kecurigaan radang usus buntu akut di IGD & fasilitas kesehatan primer.
Centang kriteria yang ditemukan:
Total Skor Alvarado (Maks 10):
0
Risiko Rendah (Skor 0โ€“4)
๐Ÿฉบ Tindak Lanjut Klinis:

Skor 0โ€“4 (Risiko Rendah / Unlikely): Kemungkinan apendisitis akut rendah. Pasien dapat diobservasi rawat jalan dengan edukasi tanda bahaya (red flags) dan evaluasi diagnosis banding nyeri abdomen lainnya (gastroenteritis, dispepsia, ISK, adneksitis).

โš ๏ธ Peringatan Klinis: Dilarang memberikan obat analgetik opioid kuat atau pencahar laksatif sebelum evaluasi bedah karena dapat menyamarkan perforasi peritonitis!

๐Ÿฉธ Wells Score for DVT (Trombosis Vena Dalam)

Stratifikasi probabilitas klinis DVT pada pasien dengan pembengkakan atau nyeri tungkai unilateral.
Centang kriteria yang sesuai:
Total Skor Wells:
0
DVT Unlikely
๐Ÿฉบ Rekomendasi Alur Klinis:

Probabilitas Rendah (Skor < 2): Disarankan pemeriksaan D-Dimer kuantitatif. Jika D-Dimer normal/negatif (<500 ng/mL), DVT dapat disingkirkan secara aman tanpa perlu USG kompresi.

โš ๏ธ Peringatan Klinis: Dilarang memijat atau mengurut betis yang bengkak karena berisiko memicu lepasnya bekuan darah menjadi Emboli Paru Fatal.

๐Ÿซ CURB-65 Score (Tingkat Keparahan Pneumonia Komunitas)

Menentukan stratifikasi risiko mortalitas dan lokasi perawatan pasien pneumonia (rawat jalan vs rawat inap vs ICU).
Total Skor CURB-65:
0
Risiko Rendah (Skor 0โ€“1)
๐Ÿฉบ Rekomendasi Lokasi Perawatan:

Rawat Jalan (Outpatient): Angka mortalitas rendah (<1.5%). Pasien dapat dirawat jalan dengan antibiotik oral (Amoksisilin dosis tinggi 3 x 1000 mg atau Azitromisin), hidrasi, dan kontrol 48 jam.

๐Ÿ‘ถ APGAR Score (Penilaian Cepat Bayi Baru Lahir)

Evaluasi klinis transisi fisiologis neonatus pada menit ke-1 dan menit ke-5 pascapersalinan.
A โ€” Appearance (Warna Kulit) 2 Poin
P โ€” Pulse (Denyut Jantung) 2 Poin
G โ€” Grimace (Refleks Stimulasi) 2 Poin
A โ€” Activity (Tonus Otot) 2 Poin
R โ€” Respiration (Usaha Pernapasan) 2 Poin
Total Skor APGAR:
10
Bayi Bugar (Normal)
๐Ÿฉบ Interpretasi & Asuhan Neonatus:

Skor 7โ€“10 (Bayi Bugar): Lanjutkan asuhan rutin bayi baru lahir (keringkan tubuh, lakukan kontak kulit ke kulit / IMD, jaga kehangatan, bersihkan jalan napas bila ada lendir berlebih, dan profilaksis injeksi Vitamin K1 + tetes mata eritromisin).

๐Ÿฉธ Glasgow-Blatchford Score (Perdarahan Saluran Cerna Atas)

Menilai risiko komplikasi dan kebutuhan intervensi endoskopi/transfusi darah pada perdarahan SCBA (hematemesis/melena).
Total Skor Glasgow-Blatchford:
0
Risiko Rendah (Skor 0โ€“1)
๐Ÿฉบ Tindak Lanjut Klinis:

Skor 0โ€“1 (Risiko Sangat Rendah): Pasien berisiko sangat rendah memerlukan transfusi darah atau hemostasis endoskopi segera; dapat dipertimbangkan tatalaksana rawat jalan aman dengan PPI oral.

๐Ÿง  Siriraj Stroke Score (SSS โ€” Stroke Hemoragik vs Iskemik)

Diferensiasi klinis cepat antara Stroke Hemoragik (PIS) vs Stroke Iskemik (Infark Serebri) di faskes tanpa CT Scan.
Riwayat DM, PJK (angina/infark miokard), atau klaudikasio intermiten
Nilai Siriraj Stroke Score (SSS):
โ€”
โ€”
๐Ÿฉบ Interpretasi Diagnostik & Alur Penanganan:
Hitung skor untuk mendapatkan interpretasi klinis.
๐Ÿ“ Rumus Baku Siriraj Stroke Score:
$\text{SSS} = (2.5 \times \text{Kesadaran}) + (2 \times \text{Muntah}) + (2 \times \text{Nyeri Kepala}) + (0.1 \times \text{TDD}) - (3 \times \text{Ateroma}) - 12$

โ€ข $\text{Skor} > +1$ = Stroke Hemoragik (PIS)
โ€ข $\text{Skor} < -1$ = Stroke Iskemik (Infark Serebri)
โ€ข $\text{Skor } -1 \text{ s/d } +1$ = Meragukan / Inkonklusif (Wajib CT Scan Kepala CITO)